Jul
31
Filed Under (Weblogs) by bahtiar on 31-07-2005
                                        

Selamat buat Mas Nukman, P.T. Telkom, dan Kota Semarang atas kelahiran para blogger-blogger baru :

  • http://flazher.blogspot.com/
  • http://mpugandring.blogspot.com/
  • http://thofa.blogspot.com/
  • http://yophie.blogs.friendster.com/
  • http://testonly.blogs.friendster.com/
  • http://smanse.blogs.friendster.com/
  • http://ariephwisnu.blogs.friendster.com/
  • http://cah-kendal.blogspot.com/
  • http://devasd_boy.blogs.friendster.com/, gagal dibuka ( , cos ada garis bawahnya
  • http://semarangplatinum.blogspot.com/
Jul
30
Filed Under (INFO) by bahtiar on 30-07-2005

Semarang_gedung2

Tahu Gimbal …. !!!

Om Nukman, ngajak makan tahu gimbal, salah satu makanan khas Semarang.
Aku jadi ingat rambut gimbal, rambut panjang ga disisir, ga pernah
kramas, awut-awutan …. Sambil nahan bayangan macem-macem, aku ikut
aja … wong belum lihat secara langsung apa itu tahu gimbal.

Jalan menyusuri Simpang Lima, ketemu warung lesehan tahu
gimbal di depan gedung telkom. Pesen 6 porsi pedesnya standar
(rombongan ceritane). Minum teh botol pake es.

Setelah disajikan, aku liat-liat itu tahu gimbal … Ooo macam tahu kupat ato tahu gejrot kalo di Magelang :)

Jul
27
Filed Under (Current Affairs) by bahtiar on 27-07-2005

Dari BB temen, sengaja aku tempel di sini - ben rodo awet :)

Mengapa 90% Wanita suka Menggunakan Celana Dalam WARNA HITAM

Sebuah perusahaan Underwear asal US mengadakan survei terhadap masing2 100 responden wanita disetiap negara didunia mengenai warna "CD" terfavorit mereka, selain jenis bahan dan model.

Ternyata hasilnya sedikit mengejutkan. 90 % responden menjawab bahwa mereka menyukai "CD" warna hitam tanpa memikirkan bahan dan modelnya.

Alasan mereka memilih "CD" warna hitam ternyata selain meningkatkan rasa percaya diri mereka yang mana membuat setiap responden pemilih merasa lebih sexy dan "menggairahkan", juga ternyata merupakan suatu tanda berkabung internasional.

Tanda berkabung karena setiap "burung" yang masuk selalu keluar mati layu!

serius amat bacanya ?

Jul
27
Filed Under (INFO) by bahtiar on 27-07-2005

Aku dah lupa kapan daftar formulir dapet CD gratisan dari [www.ubuntu.com], tiba-tiba tadi siang [Mbak Sapta]
ngasih seonggok besar bungkusan. Sambil mengucapkan terima kasih,
dalam hati bartanya-tanya, apa yaa isinya kok ukuran paket gede ?

Setelah dibuka : Hah …. !!! berpuluh-puluh keping CD isinya :o, gilak banyak banget ! Setelah diurai isinya terdiri

  1. CD Version 5.04 for AMD64/EM641 = 9 buah
  2. CD Version 5.04 for Intelx86 = 10 buah
  3. CD Version 5.04 for Power PC = 8 buah
  4. Total = 27 CD, edan men, okeh tenan !

Buat temen-temen yang mungkin bisa memanfaatkan CD-CD tersebut silahkan datang ke tempat nongkrong saya di [Warnet Zenith], Jl. Kartini no. 1-B Sagan Yogyakarta, 08132 8484 289.

Circle

Jul
24
Filed Under (Weblogs) by bahtiar on 24-07-2005
Jul
24
Filed Under (Gresek) by bahtiar on 24-07-2005

Nogood_1

Mata

mataneee !!!

Jul
20
Filed Under (VESPA) by bahtiar on 20-07-2005

Saranganedit

Foto di atas ada, jasa baek [dicambem@yahoo.com], terima kasih banyak yaa )

Jul
17
Filed Under (Tips) by bahtiar on 17-07-2005

blog@yahoo.com

  • Buat Pak [xpdc1001@yahoo.com] yang ingin punya blog di yahoo.com silahkan klik gambar Yahoo di atas.
  • Masukkan Yahoo ID dan password yang telah dipunyai
  • Jangan lupa add saya di [http://360.yahoo.com/bahtiar_rifai]
  • Selamat mencoba :)
Jul
17
Filed Under (Tips) by bahtiar on 17-07-2005


Kemaren dapet sms dari [Pak Sakatel] dan email dari [Pak Abdi] yang menanyakan cara memasang link foto menuju friendster seperti di [blog bahtiarnews].

Perhatikan skrip di bawah ini:

<a href="http://bahtiar.blogs.friendster.com" target="_blank">
<img src="http://images.friendster.com/images/friendster_logo1.gif" border="0" width="100">
<br>
<img src="http://photos15.flickr.com/21544344_14a6ee50cf_m.jpg" border="0" width="100">
</a>

Penjelasannya :

  • Warna merah itu alamat url Friendster Anda
  • Warna biru itu alamat url tulisan Friendster
  • Warna ijo itu alamat url foto Friendster Anda

Jadi kopi skrips di atas ganti dengan url-2 Anda kemudian paste di web atau blog Anda, gampang too …. )

Jul
14
Filed Under (Film) by bahtiar on 14-07-2005

Tanggal: 13/07/2005 12:57 WIB

Resensishg

Kritis,
berani dan jujur. Begitulah sosok seorang pemuda di awal tahun 1960-an,
Soe Hok Gie. Dalam pandangannya, Presiden Soekarno adalah lanjutan dari
pada raja-raja Jawa. Beristri banyak dan mendirikan keraton-keraton dan
lain-lain. Tajam!

Diangkat dari buku ‘Soe Hok Gie: catatan seorang demonstran’, Mira
Lesmana dan Riri Riza menuangkan dalam versi layar lebar dengan
interpretasi sendiri. Tak menyeluruh mengikuti naskah bukunya, mereka
mengambil garis besar buah pikir dan kehidupan Gie yang cukup kompleks
dan diproses untuk sebuah tontonan komersil.

Dan itu tak mudah. Setting cerita di tahun 1960-an cukup sulit dicari.
Akhirnya, Semarang menjadi lokasi syuting utama yang dianggap sangat
dekat dengan penggambaran Jakarta kala itu. Mobil-mobil yang
berseliweran di dalam film tersebut, juga dengan penuh perjuangan untuk
mendapatkannya. Selain pinjam, ada juga yang direnovasi kanan-kiri agar
mendekati mobil a la tahun 1960-an.

Hasilnya, cukup memuaskan. Layak menjadi tontonan bagi siapa pun yang
berkesan dengan pemikiran orisinil seorang Gie dan mencari tontonan
alternatif di tengah maraknya film bergenre remaja dan horor.

Mengintip Sosok Gie Dalam Film

Sejak usia 15 tahun, Gie yang duduk di bangku SMP sudah mulai
menggoreskan kesehariannya dalam sebuah buku. Inilah awal pembuka film
yang harus menjalani proses produksi selama tiga tahun. Suara Nicholas
Saputra yang memerankan tokoh Gie, memperkenalkan dirinya.

Saya dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942 ketika perang tengah
berkecamuk di Pasifik. Kira-kira pada umur lima tahun saya masuk
sekolah Sin Hwa
dan seterusnya.

Gambar dimulai dengan keresahan masyarakat akan revolusi di tahun 1957.
Tembok-tembok menjadi sasaran inspirasi mereka atas keinginan akan
perubahan yang cepat menuju perbaikan hidup yang layak. Sosok Gie,
yanga bercelana pendek dan berkaos oblong, menjadi saksi mata akan
ketidakpuasan sebagian bangsa Indonesia kala itu.

Walau terbilang masih cukup muda, Gie sudah memiliki
pemikiran-pemikiran yang tak terbendung. Jika ada yang tak berkenan dan
salah menurut pandangannya, ia tak segan-segan membantah. Ia berani
mengoreksi gurunya yang mengatakan Chairil Anwar adalah pengarang prosa
Pulanglah dia si anak hilang.
Gie yakin pengarangnya adalah Andre Gide, seorang sastrawan yang
bukunya sudah dilahapnya dan Chairil hanyalah penerjemah. Sang guru
tadi tetap ngotot akan pendapatnya. Tak ada yang mengalah, Gie dipaksa
mengulang kelas. Dan itu kembali diprotesnya.

Sejak SMP, Gie memang sudah haus dengan dunia sastra. Buku karya
Spengles, Amir Hamzah, Chairil Anwar dan Shakepeare sudah dicernanya
dalam otak. Namun itu juga dikritisinya habis-habisan. Misalnya saja
kisah legendaris ‘Romeo and Juliet’. Romantisme yang tertuang di
dalamnya dianggap tak masuk akal dan menjemukan.

Dengan alur cerita maju, Riri Riza berhasil menuangkan dengan baik
peralihan Gie dari ia masih bercelana pendek hingga bercelana panjang.
Keterangan waktu yang penting di film ini menjadi pembuka babak penting
kehidupan Gie. Dari SMP menginjak SMA, Gie diperankan oleh Jonathan
Mulia. Saat ia menginjak bangku kuliah di Universitas Indonesia pada
tahun 1962, sosok Gie dewasa beralih ke Nicholas Saputra. Tampak
‘rapi’, wajah Gie kecil dan Gie dewasa cukup memiliki kemiripan.

Tak semua tokoh yang ada dalam film Gie ini pernah ada. Misalnya Shinta
dan Ira. Dua wanita yang digambarkan dekat dengan Gie itu hanyalah nama
yang diciptakan. Pujaan hati Gie sesungguhnya bernama Maria. Dalam
kenyataannya, Gie tak bisa memiliki Maria karena keluarganya tidak
setuju.

Diam menjadi kekuatan karakter sosok Gie. Pada nyatanya, menurut Riri,
Gie memang sangat pendiam. Menurut pengakuan Riri yang sempat
mewawancara Arif Budiman, kakak beradik itu pernah tak bicara selama 10
tahun hanya karena mempertahankan pandangan masing-masing. Dan
syukurnya, Nicholas akhirnya berhasil melepas karakter ‘jaim’ Rangga di
Ada Apa dengan Cinta
dan bermain baik mulai di pertengahan film. Sosok Gie yang diam,
dewasa, memiliki idealisme tinggi, tampak dikuasai olehnya. Bahkan dari
cara menirukan jalan Gie yang sedikit ‘kemayu’.

Menjadi bumbu penyegar, tak lupa film ini diselipkan kisah romansa sang
demonstran di tengah-tengah kesibukannya membagi pemikiran-pemikiran di
kampusnya. Gie yang kaku, harus menahan rasa sukanya pada Ira, teman
seperjuangannya di kampus. Kendati begitu, ciuman pertamanya bersarang
di bibir Sinta, seorang wanita yang pada akhirnya digambarkan menyerah
pada kekayaan material. Dan itu tak dimiliki Gie.

Namun hidup terus berjalan untuknya. Ia makin kritis kepada pemerintah
yang mulai bertindak sewenang-wenang menaikkan harga. Hatinya miris
melihat rakyat yang mengantri demi mendapatkan kebutuhan pokok. Dan
buah pikirnya menjadi sajian koran-koran terkemuka sekaligus menampar
pemerintah. Akibat perbuatannya itu, ia mulai dicari-cari ’seseorang’
untuk ‘diamankan’.

Hati Gie semakin terpaku melihat teman seperjuangannya mulai melupakan
keidealisannya. Mereka menduduki bangku parlemen dan mulai mengecap
enaknya berbahagia di atas penderitaan rakyat kecil. Gie pun mulai
menarik diri dari keterasingannya. Di puncak Semeru, 16 Desember 1969,
sang demonstran merasakan sesaknya menghirup gas beracun. Sehari
menjelang usianya ke 27 tahun, Soe Hok Gie
yang enggan berganti nama menghembuskan nafas terakhir disaksikan sahabat karibnya, Herman Lantang.

Catatan Harian Soe Hok Gie: Senin, 22 Januari 1962

‘Seorang filsuf Yunani pernah berkata bahwa nasib terbaik adalah tidak
dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda dan yang tersial
adalah umur tua. Rasanya memang begitu, bahagialah mereka yang mati
muda.’

Saksikan Gie mulai 14 Juli 2005.